Jika ada diantara saudara2 sesama Muslim saling berdebat karena perbedaan dan mulai lupa diri mohon di ingatkan dengan Ikhtilaf seperti di bawah ini, agar Tali Ukhuwah Islamiyah terjaga dan tidak sampai putus.
Kisah Rasulullah dalam menyelesaikan perbedaan2 di antara para sahabat dan para ahli Islam atau sering juga di sebut Ikhtilaf yaitu: Continue reading
Permanent link to this article: https://www.berilmu.com/blog/kisah-rasulullah-dalam-menyelesaikan-perbedaan2-di-antara-para-sahabat-dan-para-ahli-islam/
Al-Qur’an adalah Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Salamsebagai mu’jizat yang ditulis dalam mushaf dan diriwayatkan dengan mutawattir serta membacanya adalah ibadah.
1. Diturunkannya kepda jin dan manusia agar bisa dijadikan petunjuk (hudan) dan pembeda (furqan) antara kebenaran dan kesesatan, sebagaimana firman Allah (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). (QS. 2:185) Continue reading
Permanent link to this article: https://www.berilmu.com/blog/metodologi-tafsir-sebuah-pengantar/
Secara etimologi tafsir bisa berarti: الايضاح والبيان (penjelasan), الكشف (pengungkapan) dan كشف المراد عن اللفظ المشكل (menjabarkan kata yang samar ).
1. Adapun secara terminologi tafsir adalah penjelasan terhadap Kalamullah atau menjelaskan lafadz-lafadz al-Qur’an dan pemahamannya.
2. Ilmu tafsir merupakan ilmu yang paling mulia dan paling tinggi kedudukannya, karena pembahasannya berkaitan dengan Kalamullah yang merupakan petunjuk dan pembeda dari yang haq dan bathil. Ilmu tafsir telah dikenal sejak zaman Rasulullah dan berkembang hingga di zaman modern sekarang ini. Adapun perkembangan ilmu tafsir dibagi menjadi empat periode yaitu : Continue reading
Permanent link to this article: https://www.berilmu.com/blog/sejarah-tafsir-dan-perkembangannya/
1. Keutamaan bulan Ramadhan
- Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila tiba bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan setan-setan dibelenggu. (Shahih Muslim No.1793)
2. Wajib berpuasa Ramadhan jika melihat hilal awal Ramadhan dan berhenti puasa jika melihat hilal awal Syawal. Jika tertutup awan, maka hitunglah 30 hari
- Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:Dari Nabi saw. bahwa beliau menyebut-nyebut tentang bulan Ramadhan sambil mengangkat kedua tangannya dan bersabda: Janganlah engkau memulai puasa sebelum engkau melihat hilal awal bulan Ramadan dan janganlah berhenti puasa sebelum engkau melihat hilal awal bulan Syawal. Apabila tertutup awan, maka hitunglah (30 hari). (Shahih Muslim No.1795)
- Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:Rasulullah saw. bersabda: Apabila engkau melihat hilal (awal bulan Ramadan), maka hendaklah engkau memulai puasa. Apabila engkau melihat hilal (awal bulan Syawal), maka hendaklah engkau berhenti puasa. Dan apabila tertutup awan, maka hendaklah engkau berpuasa selama 30 hari. (Shahih Muslim No.1808)
3. Larangan berpuasa satu atau dua hari sebelum bulan Ramadan Continue reading
Permanent link to this article: https://www.berilmu.com/blog/kitab-puasa-kumpulan-hadist-shahih/
Pengertian Halal Bihalal dan Sejarahnya
Secara bahasa, halal bihalal adalah kata majemuk dalam bahasa Arab dan berarti halal dengan halal atau sama-sama halal. Tapi kata majemuk ini tidak dikenal dalam kamus-kamus bahasa Arab maupun pemakaian masyarakat Arab sehari-hari. Masyarakat Arab di Makkah dan Madinah justru biasa mendengar para jamaah haji Indonesia –dengan keterbatasan kemampuan bahasa Arab mereka- bertanya ‘halal?’ saat bertransaksi di pasar-pasar dan pusat perbelanjaan. Mereka menanyakan apakah penjual sepakat dengan tawaran harga yang mereka berikan, sehingga barang menjadi halal untuk mereka. Jika sepakat, penjual akan balik mengatakan “halal”. Atau saat ada makanan atau minuman yang dihidangkan di tempat umum, para jamaah haji biasa bertanya “halal?” untuk memastikan bahwa makanan / minuman tersebut gratis dan halal untuk mereka. Continue reading
Permanent link to this article: https://www.berilmu.com/blog/menyingkap-keabsahan-halal-bihalal/
Wahai Saudaraku ketahuilah Tiga Pilar Ilmu dalam menentukan 1 Syawal, 1 Ramadhan dan lain2 dan Sebelum kalian menggunakan hisab wujudul hilal dan inkanur-ru’yat yaitu:
- Ilmu Al-Qur’an dan Hadits (semua pasti tahu).
|
Yunus ayat 5. Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak[669]. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. |
| [669]. Maksudnya: Allah menjadikan semua yang disebutkan itu bukanlah dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah. |
- ilmu falak digunakan untuk menentukan awal Ramadhan dan Syawal, perjalanan matahari termasuk perkiraan wahtu salat, gerhana bulan dan matahari, serta kedudukan bintang-bintang tsabitah dan sayyarah, galaksi dan lainnya.
- Ilmu geometri dan tringonometri yang berfungsi untuk memprediksi dan menentukan arah kiblat, serta berfungsi untuk mengetahui rotasi bumi dan membuat kompas yang berguna saat berlayar.
Selain 3 pilar juga di perlukan adanya Pemersatu Umat Islam di Dunia, bukan hanya Umat Islam di Indonesia.
Kalianlah para ulama, ormas2 dan lain2 yg selalu menunjukkan perbedaan2 dari keseharian, dimana kalianlah para pemimpin yang menanggung beban semua ini nanti di Akhirat pada saat di hisab.
Permanent link to this article: https://www.berilmu.com/blog/tiga-pilar-ilmu-dalam-menentukan-1-syawal-1-ramadhan-dan-lain2/
Load more