{"id":499,"date":"2011-07-05T04:54:31","date_gmt":"2011-07-05T04:54:31","guid":{"rendered":"http:\/\/berilmu.com\/blog\/?p=499"},"modified":"2023-03-27T08:20:38","modified_gmt":"2023-03-27T01:20:38","slug":"mencari-sepertiga-malam-yang-akhir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/mencari-sepertiga-malam-yang-akhir\/","title":{"rendered":"Mencari Sepertiga malam yang akhir"},"content":{"rendered":"<div><strong>Berdoa dan Shalat pada Akhir Malam<\/strong><\/div>\n<p><strong>Allah berfirman, &#8220;Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.&#8221; (adz-Dzaariyaat: 17-18)<\/strong><\/p>\n<p>Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, &#8216;Tuhan kita Yang Mahasuci dan Mahatinggi turun ke langit dunia[10]\u00a0setiap malam ketika tinggal sepertiga malam yang akhir dengan berfirman, &#8216;Siapakah yang mau berdoa kepada-Ku lalu Aku kabulkan? Siapakah yang mau meminta kepada-Ku lalu Aku kabulkan? Siapa yang mau meminta ampun kepada-Ku lalu Aku ampuni?'&#8221;<br \/>\nYa\u00a0\u0622\u0644\u0644\u0647 \u00a0Ijinkan Hambamu yang bodoh dan hina ini menghitung dan mencari waktu\u00a0Sepertiga malam yang akhir.<\/p>\n<p>Banyak yang belum memuaskan hasil pencarian sepertiga malam yang akhir dari guru2, web2, blog2 dan buku2.<!--more--><br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block; text-align: center;\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-3722339219833725\" data-ad-slot=\"1935354156\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<p>Ya\u00a0\u0622\u0644\u0644\u0647 bantu\u00a0saya dalam mencari.<\/p>\n<p>Akhir <strong>sore<\/strong> dan mulai <strong>malam<\/strong> adalah <strong>matahari tenggelam<\/strong>.<\/p>\n<p>Akhir <strong>malam<\/strong> dan mulai <strong>pagi<\/strong> adalah <strong>matahari terbit.<\/strong><\/p>\n<p>Mulai <strong>malam<\/strong> dan akhir <strong>malam<\/strong> selalu <strong>berubah2<\/strong> dari hari ke hari, jadi kita ambil contoh:<\/p>\n<p>Mulai malam jam 18:00 (<strong>matahari tenggelam<\/strong>) dan Akhir malam jam <strong>05:00<\/strong> (matahari terbit) ingat <strong>berubah2<\/strong> setiap hari.<\/p>\n<p>satu malam adalah dari jam 18 ke jam 05 panjangnya = 11 jam.<\/p>\n<p>setengah malam adalah 11 jam di bagi 2 = 5.5 jam = 5 jam 30 menit.<\/p>\n<p><strong>sepertiga malam<\/strong> adalah 11 jam di bagi 3 = 3.6 jam = 3 jam 37.5 menit<\/p>\n<p>malam yang akhir adalah jam 05:00 (<strong>hati2 disini lanjut ke bawah<\/strong>).<\/p>\n<p><strong>sepertiga malam yang akhir adalah<\/strong>\u00a0= malam yang akhir di kurang sepertiga malam (<strong>lanjut kebawah<\/strong>)<\/p>\n<p><strong>sepertiga malam yang akhir adalah<\/strong>\u00a005:00 &#8211; 3 jam 37.5 menit = &#8230;&#8230;&#8230;.. (berapakah?)<\/p>\n<p>jawaban:<\/p>\n<p><strong>kurangin jamnya<\/strong> 5 &#8211; 3 = 2 jam = 120 menit<\/p>\n<p>habis itu <strong>kurangin menit<\/strong>, 120 menit &#8211; 37.5 menit = 82.5 menit<\/p>\n<p>82.5 menit = 1 jam 22.5 menit<\/p>\n<p>05:00 &#8211; 3 jam 37.5 menit = \u00a01 jam 22.5 menit adalah\u00a0<strong>sepertiga malam yang akhir<\/strong><br \/>\n<strong><br \/>\nsepertiga malam yang akhir jam 1 lewat 22.5 menit<\/strong><\/p>\n<h1><strong>kesimpulan rumusnya adalah sebagai berikut:<\/strong><\/h1>\n<p>1. Cari dulu Mulai Malam (magrib) dan akhir malam (Shubuh) (18:00 dan 05:00).<\/p>\n<p>2. Setelah itu hitung berapa jam dari Mulai malam ke akhir malam (11jam).<\/p>\n<p>3. Setelah itu hasilnya di bagi 3 (11jam di bagi 3 = 3.66 jam)<\/p>\n<p>4. setelah itu hasilnya akhir malam dikurangi (05:00-3.66 jam= 1:22)<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u00a0<a href=\"http:\/\/berilmu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2011\/07\/mencari-sepertiga-malam-yang-akhir.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-thumbnail wp-image-2070\" title=\"Coretan coretan perhitungan\" src=\"http:\/\/berilmu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2011\/07\/mencari-sepertiga-malam-yang-akhir-150x150.jpg\" alt=\"mencari sepertiga malam yang akhir\" width=\"150\" height=\"150\" srcset=\"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2011\/07\/mencari-sepertiga-malam-yang-akhir-150x150.jpg 150w, https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2011\/07\/mencari-sepertiga-malam-yang-akhir-300x300.jpg 300w, https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2011\/07\/mencari-sepertiga-malam-yang-akhir.jpg 720w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\" \/><\/a><\/p>\n<div><\/div>\n<hr \/>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berdoa dan Shalat pada Akhir Malam Allah berfirman, &#8220;Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.&#8221; (adz-Dzaariyaat: 17-18) Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, &#8216;Tuhan kita Yang Mahasuci dan Mahatinggi turun ke langit dunia[10]\u00a0setiap malam ketika tinggal sepertiga malam yang akhir dengan berfirman, &#8216;Siapakah yang mau &hellip; <\/p>\n<p><a class=\"more-link btn\" href=\"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/mencari-sepertiga-malam-yang-akhir\/\">Continue reading<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2354,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[179,180],"class_list":["post-499","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ilmu-akhirat","tag-mencari-sepertiga-malam-yang-akhir","tag-sepertiga-malam-yang-akhir","item-wrap"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/499","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=499"}],"version-history":[{"count":18,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/499\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3818,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/499\/revisions\/3818"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2354"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}