{"id":479,"date":"2011-09-01T06:02:45","date_gmt":"2011-09-01T06:02:45","guid":{"rendered":"http:\/\/berilmu.com\/blog\/?p=479"},"modified":"2023-03-27T08:30:10","modified_gmt":"2023-03-27T01:30:10","slug":"kisah-rasulullah-dalam-menyelesaikan-perbedaan2-di-antara-para-sahabat-dan-para-ahli-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/kisah-rasulullah-dalam-menyelesaikan-perbedaan2-di-antara-para-sahabat-dan-para-ahli-islam\/","title":{"rendered":"Kisah Rasulullah dalam menyelesaikan perbedaan2 di antara para sahabat dan para ahli Islam"},"content":{"rendered":"<p>Jika ada diantara saudara2 sesama Muslim saling berdebat karena perbedaan dan mulai lupa diri mohon di ingatkan dengan Ikhtilaf seperti di bawah ini, agar Tali Ukhuwah Islamiyah terjaga dan tidak sampai putus.<\/p>\n<p>Kisah Rasulullah dalam menyelesaikan perbedaan2 di antara para sahabat dan para ahli Islam atau sering juga di sebut Ikhtilaf yaitu:<!--more--><br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block; text-align: center;\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-3722339219833725\" data-ad-slot=\"1935354156\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<ol>\n<li>Bertakwa, berusaha mencari kebenaran dan menjauhi hawa nafsu ketika berselisih.<\/li>\n<li>Mengembalikan permasalahan yang menjadi perselisihan kepada Alloh dan Rasul-Nya.<\/li>\n<li>Menerima dengan pasrah keputusan Alloh dan Rasul-Nya setelah rujuk kepadanya.<\/li>\n<li>Apabila Nabi Shallall\u00e2hu \u2018alaihi wa \u2018al\u00e2 \u00e2lihi wa sallam menetapkan bahwa kedua belah fihak yang berselisih benar baik di dalam pemahaman maupun perbuatannya, mereka (para sahabat) merasa senang dengan keputusan tersebut dan tidak ada salah satu fihak yang merasa dengki terhadap fihak lainnya walaupun terjadi perselisihan. Seperti kisah dua orang sahabat yang melaksanakan sholat namun mereka kehilangan arah tidak tahu mana arah kiblat, lantas mereka berdua sholat dengan ijtih\u00e2d-nya. Kemudian, pada akhirnya mereka tahu bahwa mereka telah sholat tidak menghadap kiblat yang semestinya. Salah satu dari mereka mencukupkan diri dengan sholat tersebut sedangkan yang satunya mengulangi lagi sholatnya. Tatkala mereka berdua bertanya kepada Rasulullah Shallall\u00e2hu \u2018alaihi wa \u2018al\u00e2 \u00e2lihi wa sallam, beliau menjawab kepada orang pertama tadi : \u0623\u0635\u0628\u062a \u0627\u0644\u0633\u0646\u0629 \u201ckamu telah benar (menetapi) sunnah\u201d dan mengatakan kepada orang kedua : \u0644\u0643 \u0627\u0644\u0623\u062c\u0631 \u0645\u0631\u062a\u064a\u0646 \u201ckamu mendapatkan pahala dua kali\u201d. (Diriwayatkan oleh Ab\u00fb D\u00e2wud dengan sanad yang hasan). Tidak ada pada mereka yang berselisih ini pertikaian maupun permusuhan.<\/li>\n<li>Menetapi etika di dalam berdiskusi, berkata dengan lemah lembut ketika berdialog dan memperdengarkan (argumentasi) setiap fihak yang berselisih kepada lainnya serta membahas permasalahan secara menyeluruh dari semua aspek. Manfaat dari hal ini adalah menampakkan kebenaran dari fihak yang berselisih dengan tetap meninggalkan debat kusir.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Ya ALLAH, Ya RAHMAN, Ya RAHIM.<\/p>\n<p>Tunjukilah kami jalan yang lurus dan jauhkan kami dari condong ke \u00a0sesatan.<\/p>\n<p>Jagalah ilmu2 kami untuk selalu ingat bahwa semua ini hanya untuk-MU dan Ridlo-MU ya ALLAH ya Karim.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika ada diantara saudara2 sesama Muslim saling berdebat karena perbedaan dan mulai lupa diri mohon di ingatkan dengan Ikhtilaf seperti di bawah ini, agar Tali Ukhuwah Islamiyah terjaga dan tidak sampai putus. Kisah Rasulullah dalam menyelesaikan perbedaan2 di antara para sahabat dan para ahli Islam atau sering juga di sebut Ikhtilaf yaitu:<\/p><p><a class=\"more-link btn\" href=\"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/kisah-rasulullah-dalam-menyelesaikan-perbedaan2-di-antara-para-sahabat-dan-para-ahli-islam\/\">Continue reading<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[167,166,170,168,169],"class_list":["post-479","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ilmu-akhirat","tag-adab-ikhtilaf","tag-ikhtilaf","tag-mendamaikan-dua-muslim-yang-berbeda-pendapat","tag-mendamaikan-saudara-muslim-yang-bermusuhan","tag-menyikapi-perbedaan-pendapat","item-wrap"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/479","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=479"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/479\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3833,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/479\/revisions\/3833"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=479"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}