{"id":2960,"date":"2018-09-02T16:36:38","date_gmt":"2018-09-02T09:36:38","guid":{"rendered":"http:\/\/berilmu.com\/blog\/?p=2960"},"modified":"2023-04-29T06:59:04","modified_gmt":"2023-04-28T23:59:04","slug":"istilah-istilah-di-dalam-pabrik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/istilah-istilah-di-dalam-pabrik\/","title":{"rendered":"Istilah-istilah di dalam Pabrik dan Manufaktur"},"content":{"rendered":"<p>Langsung aja Guys bisa di search ya.<\/p>\n<p>PICA = Problem Identification Corrective Action<br \/>\nPPIC = Production Planning Inventory Control<br \/>\nBQ = Bill of Quantity<br \/>\nRKS = Rencana Kerja dan Syarat-syarat<br \/>\nPPM = Pengajuan Pengadaan Material<br \/>\nBSTB = Bukti serah terima barang<br \/>\nRPO = Rencana Penyelesaian Order<br \/>\nRFD = Request For Delivery<br \/>\nSPK = Surat Perintah Kerja<br \/>\nWO =Work Order<!--more--><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script><br \/>\n<!-- Horizontal --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-3722339219833725\" data-ad-slot=\"6884428501\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><br \/>\nTOR = Term of Refference<br \/>\nSPB = Surat Permintaan Barang<br \/>\nDMP = Daftar Permintaan Material<br \/>\nRPP = Rencana Penyelesaian Project<br \/>\nSPM = Surat pengeluaran Material<br \/>\nLHP = Laporan Harian Produksi<br \/>\n<strong>Safety Stock<\/strong>\u00a0: Jumlah cadangan pengaman, istilah lainnya yaitu buffer stock<br \/>\n<strong>FIFO ( First In First Out )<\/strong>\u00a0: Metode distribusi material dimana material yang lebih awal masuk maka akan lebih awal keluar.<br \/>\n<strong>LIFO ( Last In First Out )<\/strong>\u00a0: Metode distribusi material dimana material yang\u00a0 paling akhir masuk maka akan lebih awal keluar.<br \/>\n<strong>First Come First Serve\u00a0<\/strong><strong>(FCFS)<\/strong>, prioritas diberikan kepada pesanan yang tiba lebih dulu di sumber.<br \/>\n<strong>Shortest Processing Time<em>\u00a0(SPT)<\/em><\/strong><em>,\u00a0<\/em>prioritas diberikan kepada pesanan dengan saat kirim yang lebih cepat.<br \/>\n<strong>Shortest Total Processing Time Remaining<em>\u00a0(STPT)<\/em><\/strong><em>,\u00a0<\/em>prioritas diberikan kepada pesanan dengan sisa waktu proses yang lebih kecil.<br \/>\n<strong>SHOP FLOOR CONTROL<em>\u00a0(\u00a0<\/em>SFC )<\/strong>, Pengendalian lantai pabrik (<em>production activity control<\/em>\/<em>shop floor control<\/em>) merupakan bagian yang menjadi\u00a0<em>closed loop<\/em>\u00a0dari MRP yang memberikan umpan balik informasi\u00a0<em>progress<\/em>\u00a0implementasi dari rencana yang telah dibuat<br \/>\n<strong>Stuffing\u00a0<\/strong>: Proses Loading Finish Good Product ke Container untuk proses pengiriman ke Customer<br \/>\n<strong><a href=\"http:\/\/www.dedylondong.blogspot.com\/2012\/07\/memahami-just-in-time-jit.html#more\">Just in Time ( JIT )<\/a><\/strong>\u00a0:\u00a0adalah suatu\u00a0<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sistem\">sistem<\/a>\u00a0<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Produksi\">produksi<\/a>\u00a0yang dirancang untuk mendapatkan\u00a0<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kualitas\">kualitas<\/a>, menekan\u00a0<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Biaya\">biaya<\/a>, dan mencapai waktu penyerahan seefisien mungkin dengan menghapus seluruh jenis pemborosan yang terdapat dalam\u00a0<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Proses\">proses<\/a>\u00a0produksi sehingga perusahaan mampu menyerahkan produknya (baik barang maupun jasa) sesuai kehendak\u00a0<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Konsumen\">konsumen<\/a>\u00a0tepat waktu.Untuk mencapai sasaran dari sistem ini, perusahaan memproduksi hanya sebanyak jumlah yang dibutuhkan\/diminta konsumen dan pada saat dibutuhkan sehingga dapat mengurangi biaya pemeliharaan maupun menekan kemungkinan kerusakan atau kerugian akibat menimbun barang<br \/>\n<strong>Kanban\u00a0<\/strong>: Berarti\u00a0<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sinyal\">sinyal<\/a>, yang merupakan sebuah konsep berhubungan dengan\u00a0<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Produksi_ramping\">Lean manufaktur<\/a>\u00a0dan\u00a0<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Just_In_Time_(JIT)\">Just In Time (JIT)<\/a>. Menurut pencetusnya,\u00a0<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Taiichi_Ohno&amp;action=edit&amp;redlink=1\">Taiichi Ohno<\/a>, kanban merupakan salah satu cara untuk mencapat JIT.Kanban bukanlah sistim pengontrol persediaan, namun merupakan sistim pengaturan yang membantu menentukan apa, kapan dan berapa banyak sebuah produk harus dibuat.<br \/>\n<strong>Kartu Kanban<\/strong>\u00a0: Merupakan\u00a0<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Komponen&amp;action=edit&amp;redlink=1\">komponen<\/a>\u00a0kunci dari implementasi kanban yang digunakan sebagai sinyal kebutuhan akan\u00a0<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Material\">material<\/a>\u00a0di dalam sebuah fasilitas produksi, atau memindahkan material dari penyuplai ke fasilitas produksi.Dalam implementasinya tidak selalu berbentuk\u00a0<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kartu\">kartu<\/a>, melaiknan bisa berbentuk\u00a0<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Wadah&amp;action=edit&amp;redlink=1\">wadah<\/a>,\u00a0<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lampu\">lampu<\/a>\u00a0atau bahkan\u00a0<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sinyal\">sinyal<\/a>\u00a0computer.<br \/>\n<strong>Proses Produksi<\/strong>\u00a0: Metode dan Teknik yang digunakan dalam mengolah bahan baku menjadi produk<br \/>\n<a href=\"http:\/\/www.dedylondong.blogspot.com\/2012\/04\/memahami-fungsi-ppic-production.html\"><strong>Perencanaan Produksi<\/strong>\u00a0<\/a>\u00a0: Tindakan antisipasi dimasa mendatang sesuai dengan periode waktu yang direncanakan. Aspek yang harus diperhatikan dalam perencanaan produksi yaitu ; \u00a0Berjangka waktu, berjenjang, terpadu, berkelanjutan, terukur, realistis, akurat, dan menantang.<br \/>\n<strong>Pengendalian produksi<\/strong>\u00a0: Tindakan yang menjamin bahwa semua kegiatan yang dilaksanakan dalam perencanaan telah dilakukan sesuai dengan target yang telah ditetapkan<br \/>\n<strong><br \/>\n<\/strong><strong>Continous Process<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0: Proses produksi secara terus menerus untuk jenis produk yang sama dan tidak memerlukan waktu set up yang lama. Contoh, industri pengolahan air minum dalam kemasan<\/span><br \/>\n<strong>Intermittent Process<\/strong>\u00a0: \u00a0Proses yang terputus, karena memproduksi produk-produk yang memiliki spesifikasi yang berbeda-beda, sehingga memerlukan waktu set up yang relatif lama.<br \/>\n<strong>Repetitif Process<\/strong>\u00a0: Kombinasi antara proses continue dan terputus, dalam operasinya menggunakan modul-modul. Modul yaitu komponen-komponen yang telah dipersiapkan sebelumnya, biasanya dihasilkan dari proses continue.<br \/>\n<strong>Product Layout<\/strong>\u00a0: Lay out mesin produksi berdasarkan produk, masing-masing unit output membutuhkan urutan operasi yang sama dari awal hingga akhir. Contoh, Line perakitan mobil<br \/>\n<strong>Process layout<\/strong>\u00a0: Lay out mesin produksi dimana pengelompokan mesin-mesin bedasarkan fungsinya. Contoh, Industri spare part mobil<br \/>\n<strong>MTO<\/strong>\u00a0: Make To Order<br \/>\n<strong>ETO<\/strong>\u00a0: Engineering To Order<br \/>\n<strong>ATO\u00a0<\/strong>: Assembly To Order<br \/>\n<strong>MTS<\/strong>\u00a0: Make To Stock<br \/>\n<strong>Special Purpose Machine<\/strong>\u00a0: Mesin yang bersifat khusus, hanya bisa untuk memproduksi satu item produk<br \/>\n<strong>General Purpose Machine<\/strong>\u00a0: Mesin yang bisa memproduksi beberap jenis spesifiaksi Produk<br \/>\n<strong>Flow Shop<\/strong>\u00a0: Proses konversi dimana unit-unit output secara berturut-turut melalui urutan operasi yang sama pada mesin-mesin khusus, dan ditempatkan disepanjang lintasan produksi. Bentuk proses produksi flowshop biasanya bersifat MTS<br \/>\n<strong>Job Shop<\/strong>\u00a0: Proses konversi dimana unit-unit mengerjakan\u00a0 spesifikasi item yang berbeda \u00a0mengikuti urutan yang berbeda pula melalui stasiun kerja yang dikelompokan berdasar fungsinya. \u00a0Ciri-ciri sistem\u00a0 produksi ini yaitu ; Volume produksi sedikit, variasi produk tinggi, lead time produksi relatif panjang, dan tidak ada lintasan khusus. Proses produksi biasanya bersifat MTO.<br \/>\n<strong>Batch<\/strong>\u00a0: Merupakan perkembangan dari \u00a0bentuk Job Shop dalam hal standarisasi produk. Sistem Batch memiliki kemampuan memproduksi produk dengan variasi item relatif tinggi, lead time pendek, dan satu lintasan dapat digunakan untuk beberapa jenis item produk.<br \/>\n<strong>Proyek<\/strong>\u00a0: Proses penciptaan satu jenis produk yang agak rumit dengan suatu pendefinisian urutan tugas-tugas yang teratur akan kebutuhan sumber daya dan dibatasi oleh waktu penyelesaian.<br \/>\n<strong>Line Produksi<\/strong>\u00a0: Stasiun Kerja untuk memproduksi \u00a0jenis-jenis item produk tertentu.<br \/>\n<strong>Bottle Neck<\/strong>\u00a0: Stasiun kerja atau mesin \u00a0bagian dari lintasan produksi yang memiliki capasitas produksi terkecil , sehingga menyebabkan waktu proses yang paling panjang dibanding stasiun kerja lainnya. Istilah lain yaitu titik kritis.<br \/>\n<strong>Work Station ( Stasiun Kerja )<\/strong>\u00a0: Grup-grup kerja bagian dari keseluruhan operasi produksi yang memiliki fungsi yang relatif sama, didalamnya memiliki aktivitas produksi yang melibatkan material, mesin, alat-alat bantu, lingkungan fisik kerja, dan operator.<br \/>\n<strong>Due Date<\/strong>\u00a0: Batas waktu maksimal yang dapat diterima untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.<br \/>\n<strong>Lateness<\/strong>\u00a0: Penyimpangan antara waktu penyelesaian dengan batas waktu<br \/>\n<strong>Tardiness<\/strong>\u00a0: Ukuran untuk kelambatan positif, yaitu jika pekerjaan diselesaikan lebih cepat dari batas waktu yang ditetapkan<br \/>\n<strong>Completion Time<\/strong>\u00a0: Rentang waktu antara saat pekerjaan dimulai sampai dengan pekerjaan selesai.<br \/>\n<strong>Idle Time<\/strong>\u00a0: Waktu tunggu proses\/operasi \u00a0berikutnya<br \/>\n<strong>Change Over<\/strong>\u00a0:\u00a0 Penggantian Item produk yang sedang diproduksi dengan item lainnya, bisa diikuti set up mesin ataupun tidak.<br \/>\n<strong>Over Capacity<\/strong>\u00a0: Kondisi dimana order yang harus diselesaikan jumlahnya lebih besar dibanding capasitas yang tersedia.<br \/>\n<strong>HPP ( Hasil\u00a0 Produksi Perorang )<\/strong>\u00a0: Biasanya juga disebut dengan HPO ( Hasil Produksi Orang ), yaitu\u00a0 hasil pembagian antara total produksi \u00a0dibagi Jumlah orang dalam periode tertentu (mingguan hingga bulanan). Jumlah orang didapat dari pembagian antara total Jam kerja semua personel ( include over time ) dibagi hari kerja normal per orang dalam periode tertentu ( misal : 40 Jam\/week ).<br \/>\n<strong>Working Hours<\/strong>\u00a0: Yaitu Jumlah jam kerja\u00a0 dalam rentang periode produksi tertentu.<br \/>\n<strong>Delay\u00a0<\/strong>: kondisi Keterlambatan penyelesaian order dari batas waktu yang ditetapkan<br \/>\n<strong>Push Out<\/strong>\u00a0: Order dalam jumlah tertentu yang schedule produksinya didorong mundur ke periode setelahnya<br \/>\n<strong>Pull forward<\/strong>\u00a0: Order dalam jumlah tertentu yang schedule produksinya ditarik maju ke periode lebih awal<br \/>\n<strong>Carry Over<\/strong>\u00a0: Order\u00a0 dalam jumlah tertentu yang schedule produksinya terdorong mundur karena Delay.<br \/>\n<strong>On Hand order<\/strong>\u00a0: Order yang harus dikerjakan dalam periode tertentu<br \/>\n<strong>Remake<\/strong>\u00a0: Pembuatan ulang order sesuai jumlah yang diminta,\u00a0 umumnya terjadi karena kurangnya material\/komponen akibat problem produksi.<br \/>\n<strong>Rework<\/strong>\u00a0: Pengerjaan ulang, biasanya untuk perbaikan minor masalah quality. Proses ini tidak memerlukan tambahan material, hanya tambahan alokasi working Hours untuk pengerjaannya.<br \/>\n<strong>Fill rate<\/strong>\u00a0: Ratio\u00a0 antara On Hand Order dengan Capasitas yang tersedia dalam periode waktu tertentu (perbulan)<br \/>\n<strong>Start Date<\/strong>\u00a0: Tanggal dimulainya proses produksi untuk order item tertentu<br \/>\n<strong>Finish Date<\/strong>\u00a0: Tanggal selesainya proses produksi untuk order item tertentu<br \/>\n<strong>Loading<\/strong>\u00a0: Pembebanan yang melibatkan penyesuaian kebutuhan capasitas untuk order-order yang diterima\/diperkirakan dengan capasitas yang tersedia<br \/>\n<strong>Sequencing<\/strong>\u00a0: Penugasan tentang order-order mana yang diprioritaskan untuk diproses terlebih dahulu (pengurutan ) .<br \/>\n<strong>Dispatching<\/strong>\u00a0: Prioritas kerja tentang job-job mana yang diseleksi dan diprioritaskan untuk diproses<br \/>\n<strong>Up-dating<\/strong>\u00a0: Merevisi prioritas-prioritas sebagai respon terhadap kondisi oeprasi yang terjadi<br \/>\n<strong><a href=\"http:\/\/dedylondong.blogspot.com\/2009\/01\/papan-informasi-yang-berhasil.html\">Production Board<\/a><\/strong>\u00a0: Papan Informasi yang secara visual menampilkan hasil produksi aktual perhari\/ update dan akumulasinya, disertai dengan target\u00a0 produksi berdasarkan MPS untuk setiap stasiun kerja. Informasi ini untuk monitoring selisih antara aktual record dengan planning. Updating record bisa didistribusikan lewat e-mail atau terintegrasi dalam sistem IT, tapi menurut saya tampilan secara visual di board\u00a0 memberikan efek psikologis yang lebih baik.<br \/>\n<strong>Loss Production<\/strong>\u00a0: Selisih antara pemakaian material\u00a0 aktual dengan yang direncanakan. Biasanya\u00a0 di tampilkan dalam bentuk rasio ( % ), dengan formulasi : ((Pemakaian Aktual \u2013 Pemakaian Planning) : Pemakaian Planning ) x 100%<br \/>\n<strong>Peramalan\u00a0<\/strong>: proses untuk memperkirakan berapa kebutuhan dimasa datang yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan dalam memenuhi permintaan barang ataupun jasa.<br \/>\n<strong>Peramalan Jangka Panjang<\/strong>\u00a0: Peramalan dengan periode 2 \u2013 10 Tahun<br \/>\n<strong>Peramalan Jangka Menengah\u00a0<\/strong>: Peramalan dengan periode 1 \u2013 24 bulan<br \/>\n<strong>Peramalan Jangka Pendek<\/strong>\u00a0: Peramalan dengan periode 1 \u2013 5 minggu<br \/>\n<strong>Siklus Hidup Produk<\/strong>\u00a0: Siklus hidup produk mengikuti pola yang disebut kurva S. Kurva S menggambarkan besarnya permintaan terhadap waktu, dimana siklus hidup suatu produk akan dibagi menjadi fase pengenalan, fase pertumbuhan, fase kematangan, dan akhirnya fase penurunan.<br \/>\n<strong>RCC\u00a0 ( Rought Cut Capacity )<\/strong>\u00a0: Analisis kemampuan\u00a0 dari kapasitas pabrik pada titik-titik kritis dari proses produksi \/ bottle neck berdasarkan MPS yang telah dibuat.<br \/>\n<strong>FAS\u00a0 ( Final Assembly Schedule )<\/strong>\u00a0: \u00a0dibuat sebagai pernyataan tentang produk-produk akhir yang akan dirakit dari item-item MPS.<br \/>\n<strong>BOM\u00a0 ( Bill of Material )<\/strong>\u00a0: Rekening material mengenai \u00a0data \u00a0struktur produk, \u00a0berisi detail komponen-komponen sub assembling ( code, jenis, jumlah dan spesifikasinya ).<br \/>\n<strong>On Hand Inventory<\/strong>\u00a0: Tingkat persediaan yang sudah dimiliki.<br \/>\n<strong>Schedule Receipt<\/strong>\u00a0: Jadwal Penerimaan material\/bahan baku<br \/>\n<strong>CRP\u00a0 ( Capacity Requirement Planning)<\/strong>\u00a0: yaitu proses penentuan berapa jumlah mesin dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memenuhi target produksi pada tingkat yang lebih detail, berdasarkan perencanaan di MPS<br \/>\n<strong>Line Balancing ( LB )<\/strong>\u00a0: \u00a0Keseimbangan kapasitas produksi antar stasiun kerja. Bila stasiun kerja memiliki capasitas produksi lebih besar, maka akan memiliki waktu proses yang lebih pendek. Jika tidak tercontrol akan menyebabkan waktu menganggur\/utilisasi mesin tidak maksimal\u00a0 dan terjadinya WIP yang cukup tinggi.<br \/>\n<strong>WIP ( Work In Process )<\/strong>\u00a0: \u00a0yaitu produk setengah jadi yang terkontrol \u00a0atau tidak tercontrol, yang timbul sebagai akibat adanya ketidak seimbangan capasitas<br \/>\n<strong>Delivery<\/strong>\u00a0: Kemampuan perusahaan dalam memenuhi pesanan berdasarkan waktu pengiriman yang di sepakati dengan customer<br \/>\n<strong>Delivery ratio<\/strong>\u00a0: Ratio\/perbandingan antara order yang On shedule dengan Total order yang masuk dalam periode waktu tertentu.<br \/>\n<strong><a href=\"http:\/\/www.dedylondong.blogspot.com\/2012\/01\/bagaimana-cara-menentukan-lead-time.html\">Lead Time<\/a><\/strong>\u00a0: Waktu yang dibutuhkan untuk proses produksi dari awal hingga akhir \u00a0dalam batas capasitas tertentu<br \/>\n<strong>Capasitas\u00a0 Produksi<\/strong>\u00a0: Total Output produk yang dihasilkan dalam periode waktu tertentu.<br \/>\n<strong>Cycle Time<\/strong>\u00a0: Waktu yang diperlukan oleh mesin untuk memproduksi satu unit produk.<br \/>\n<strong>Push System ( Tekan )<\/strong>\u00a0: Job-job yang diproduksi dibebankan secara berturut \u2013 turut mulai dari stasiun produksi awal, kemudian dprsoes terus ( ditekan kedepan ) menuju stasiun produksi berikutnya, hingga stasiun produksi akhir. Sistem produksi tradisional dianggap sebagai jenis sistem Push.<br \/>\n<strong>Pull System ( Tarik )<\/strong>\u00a0: Produk akan diproduksi pada stasiun-stasiun kerja hanya pada saat dibutuhkan untuk memenuhi permintaan dari stasiun berikutnya.<br \/>\n<strong>MPS\u00a0 ( Master Planning Schedule )<\/strong>\u00a0: \u00a0yaitu Jadwak Induk Produksi yang menunjukkan kebutuhan produksi mingguan selama periode waktu antara 6 sampai 12 bulan. MPS merupakan jadwal yang berisi\u00a0 informasi tentang \u201ckapan\u201d produksi dimulai dan harus selesai.<br \/>\n<strong>ETD\u00a0 ( Estimate Time to Departure)<\/strong>\u00a0: Perkiraan waktu berangkat<br \/>\n<strong>ETA\u00a0 ( Estimate Time to Arrival )<\/strong>\u00a0: Perkiraan waktu kedatangan<br \/>\n<strong>MRP\u00a0 ( Material Requirement Planning )<\/strong>\u00a0: Digunakan untuk perencanaan dan pengendalian item barang (komponen) yang tegantung pada item-item ditingkat \/ level yang lebih tinggi. MRP akan menentukan kebutuhan dan jadwal untuk pembuatan komponen-komponen atau pembelian material\/bahan baku untuk memenuhi kebutuhan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh MPS. MRP bersifat computer oriented.<br \/>\n<strong>Raw Material<\/strong> : Bahan baku \/ bahan mentah yang akan dibuat menjadi suatu produk<\/p>\n<p>Di ambil dari berbagai sumber di Internet<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Langsung aja Guys bisa di search ya. PICA = Problem Identification Corrective Action PPIC = Production Planning Inventory Control BQ = Bill of Quantity RKS = Rencana Kerja dan Syarat-syarat PPM = Pengajuan Pengadaan Material BSTB = Bukti serah terima barang RPO = Rencana Penyelesaian Order RFD = Request For Delivery SPK = Surat Perintah &hellip; <\/p>\n<p><a class=\"more-link btn\" href=\"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/istilah-istilah-di-dalam-pabrik\/\">Continue reading<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[146],"tags":[1097,1100,1099,1119,1093,1120,1098,1095,1094,1096],"class_list":["post-2960","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ilmu-dunia","tag-buffer-stock","tag-fcfs","tag-fifo","tag-istilah-di-manufaktur","tag-istilah-di-pabrik","tag-istilah-istilah-di-manufaktur","tag-lifo","tag-mrp","tag-ppic","tag-safety-stock","item-wrap"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2960","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2960"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2960\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3940,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2960\/revisions\/3940"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}