{"id":1489,"date":"2013-02-13T07:32:15","date_gmt":"2013-02-13T00:32:15","guid":{"rendered":"http:\/\/berilmu.com\/blog\/?p=1489"},"modified":"2020-05-04T21:41:49","modified_gmt":"2020-05-04T14:41:49","slug":"inflasi-dari-berbagai-versi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/inflasi-dari-berbagai-versi\/","title":{"rendered":"Inflasi dari berbagai versi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Versi Buku di Biro Pusat Statistik :<\/strong> adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dimana barang dan jasa tersebut merupakan kebutuhan pokok masyarakat atau <del style=\"color: inherit;\"><strong>turunnya daya jual mata uang suatu negara<\/strong><\/del>.<\/p>\n<p><strong>Versi Bank Indonesia<\/strong>\u00a0:\u00a0Secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya.<br \/>\nBank Indonesia dalam mendeskripsikan Inflasi Tidak membicarakan mata uang.<\/p>\n<p><strong>Versi Wikipedia :\u00a0<\/strong>inflasi\u00a0adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.\u00a0Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai\u00a0<a title=\"Mata uang\" href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Mata_uang\">mata uang<\/a>\u00a0secara kontinu<\/p>\n<blockquote><p><strong>Inflasi versi Saya<\/strong> : Inflasi adalah Perampok atau penjahat atau aktivitas intelijen dan sejenisnya yang tidak berbentuk dan melakukan penurunan nilai mata uang suatu negara dengan cara sengaja agar bisa mendapatkan sesuatu (misal:barang) dengan murah dari negara yang terkena inflasi tersebut.<br \/>\nMakin kecil nilai mata uang makin mahal harga sesuatu (misal:barang), warga negara yang terkena inflasi di negaranya, akan mengeluarkan uang lebih banyak dari yang seharusnya.<\/p><\/blockquote>\n<p><!--more--><br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-format=\"fluid\"\n     data-ad-layout-key=\"-hj-w-i-42+h8\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-3722339219833725\"\n     data-ad-slot=\"5402103677\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h2><a title=\"Antara IHSG, Emas, dan Inflasi (Sebuah Perbandingan)\" href=\"http:\/\/portalreksadana.com\/node\/532\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Antara IHSG, Emas, dan Inflasi (Sebuah Perbandingan)<\/a><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bagaimana caranya atau faktor faktor apa saja agar bisa memperkecil nilai mata uang suatu negara atau membuat negara agar Inflasi:<\/p>\n<ol>\n<li>Menciptakan alat atau metode atau fasilitas untuk berhutang yg simple, mudah di bawa dan bisa di gunakan di seluruh dunia, seperti kartu kredit,visa,master dan lain2.<\/li>\n<li>Membuat Masyarakatnya di negara itu banyak yang berhutang, mampu membeli tapi membutuhkan waktu yang lama mengumpulkan uang, sehingga berhutang.<\/li>\n<li>Membuat Masyarakatnya di negara itu melakukan jual beli kertas atau jual beli uang atau valas atau forex.<\/li>\n<li>Menciptakan pasar saham yang mana bersifat spekulasi dan yang di perdagangkan di saham adalah fiktif, contohnya saham perusahaan yang sesungguhnya perusahaan itu tidak ada, hanya surat dan kantornya saja yg ada, aktivitas dan lain2 tidak pernah ada di perusahaan fiktif tsb, bisa juga properti fiktif dan jasa fiktif.<\/li>\n<li>Meninggikan biaya biaya atau pajak atau pungutan terhadap expor dan impor, sehingga para pengusaha akan menaikkan harga harga yang seharusnya murah akhirnya jadi mahal.<\/li>\n<li>Mengacaukan Politik di dalam pemerintahan negara tersebut.<\/li>\n<li>Menghilangkan bantuan pendidikan &#8211; pendidikan, Karena bantuan tersebut di alihkan ke bagian hutang hutang seperti hutang kendaraan, hutang rumah dan hutang gaya hidup.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sebenarnya ada banyak faktor, tapi dengan ke 7 faktor tersebut di jamin langsung akan terkena inflasi dan tak akan pernah deflasi.<\/p>\n<p>EMAS vs Pasar Modal<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/berilmu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/02\/emas-vs-pasar-modal.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1529\" src=\"http:\/\/berilmu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/02\/emas-vs-pasar-modal.jpg\" alt=\"emas vs pasar modal\" width=\"518\" height=\"611\" srcset=\"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/02\/emas-vs-pasar-modal.jpg 518w, https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/02\/emas-vs-pasar-modal-254x300.jpg 254w\" sizes=\"(max-width: 518px) 100vw, 518px\" \/><\/a>Gambar diatas diambil dari <a href=\"http:\/\/thepresidentpostindonesia.com\/?p=322\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">sini<\/a><\/p>\n<p>Oos Depok 2013.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Versi Buku di Biro Pusat Statistik : adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dimana barang dan jasa tersebut merupakan kebutuhan pokok masyarakat atau turunnya daya jual mata uang suatu negara. Versi Bank Indonesia\u00a0:\u00a0Secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak &hellip; <\/p>\n<p><a class=\"more-link btn\" href=\"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/inflasi-dari-berbagai-versi\/\">Continue reading<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[146],"tags":[389,787,388,788],"class_list":["post-1489","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ilmu-dunia","tag-apa-itu-inflasi","tag-arti-inflasi","tag-inflasi","tag-penyebab-inflasi","item-wrap"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1489"}],"version-history":[{"count":18,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1489\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3241,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1489\/revisions\/3241"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}