{"id":1280,"date":"2009-03-30T16:39:53","date_gmt":"2009-03-30T16:39:53","guid":{"rendered":"http:\/\/berilmu.com\/blog\/?p=1280"},"modified":"2023-03-27T08:12:09","modified_gmt":"2023-03-27T01:12:09","slug":"peristiwa-terbunuhnya-utsman-bin-affan-penulis-al-imam-al-hafizh-ibnu-katsir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/peristiwa-terbunuhnya-utsman-bin-affan-penulis-al-imam-al-hafizh-ibnu-katsir\/","title":{"rendered":"Peristiwa Terbunuhnya UTSMAN BIN AFFAN (Penulis: al-Imam al-Hafizh IBNU KATSIR)"},"content":{"rendered":"<p>Utsman bin Affan ra. telah menegaskan agar semua orang yang ada di dalam rumah beliau agar kembali ke rumah mereka masing-masing maka mereka pun pergi. Di saat tidak ada lagi orang yang bersama beliau kecuali keluarganya, para pemberontak masuk ke dalam rumah melalui pintu dan jendela. Lalu Utsman memulai mengerjakan shalat dan membaca surat Thaha dengan bacaan yang cepat sehingga beliau menyelesaikan bacaannya. Semen-tara orang-orang sedang berusaha masuk sehingga pintu dan atap ruangan tempat beliau terbakar. Mereka khawatir jika api menjalar ke Baitul Mai. Setelah Utsman menyelesaikan shalatnya, beliau duduk sambil memegang mushaf lalu membaca al-Qur\u2019an pada ayat,\u00a0<em>\u201c(Yaitu) orang-orang (yang menta\u2019ati Allah SWT. dan Rasul) yang kepada<\/em>\u00a0<em>mereka ada orang-orang yang mengatakan, \u2018 Sesungguhnya manusia telah mengnmpulkan<\/em>\u00a0<em>pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takntlah kepada mereka\u2019, maka<\/em>\u00a0<em>perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab,\u00a0<\/em>\u2018\u00a0<em>Cukuplah Allah<\/em>\u00a0<em>SWT. menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung\u201d\u00a0<\/em>(Ali Imran: 173).<!--more--><br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block; text-align: center;\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-3722339219833725\" data-ad-slot=\"1935354156\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><br \/>\nOrang yang pertama masuk adalah seorang lelaki yang bernama al-Mautul Aswad lalu ia mencekik Utsman bin Affan ra. dengan sekuat-kuatnya sehingga beliau jatuh pingsan dan nafas beliau tersengal-sengal di dada. Lalu ia tinggalkan karena mengira Utsman telah terbunuh. Kemudian masuklah Ibnu Abu Bakar lalu ia memegang janggutnya dan tiba-tiba ia menyesal dan keluar. Lalu masuk yang lain dan menebasnya dengan pedang. Dikatakan bahwa orang tersebut memenggalnya sampai putus dan yang lain mengatakan bahwa memenggalnya namun tidak putus.<\/p>\n<p>Hanya Utsman berkata, \u201cDemi Allah SWT. inilah tangan pertama yang membunuhnya.\u201d Kemudian datang yang lain sambil menghunus pedang lalu dihadang oleh Nailah binti al-Farafishah dengan pedang lantas pedang tersebut di-rebut oleh lelaki tersebut sehingga jemari Nailah putus. Kemudian lelaki tersebut mendekati Utsman lalu menikamkan perut beliau. Lelaki tersebut bernama Saudan bin Humran. Lalu salah seorang pembantu Utsman datang dan membunuh Saudan dan pembantu\u00a0tersebut dibunuh orang lain yang bernama Qutairah.<\/p>\n<p>Kemudian para pemberontak tersebut mengalihkan perhatian kepada harta yang<\/p>\n<p>ada di dalam rumah tersebut. seorang di antara mereka berteriak, \u201cJika darahnya halal berarti hartanya juga halal.\u201d Maka yang lain mulai tertarik dengan hal tersebut, lalu mereka kunci ruangan Utsman itu beserta korban yang ada di dalamnya. Ketika mereka masuk ke ruang tengah, Qutairah di cegat oleh pembantu Utsman lalu membunuhnya dan yang lain menjarah apa saja yang mereka temui sampai-sampai seorang yang bernama Katsum at-Tujaiby menjarah baju-baju Nailah namun pembantu Utsman dengan sigap membunuhnya dan pembantu tersebut pun ikut tewas.<\/p>\n<p>Kemudian seseorang berteriak, \u201cPergilah ke Baitul Mai jangan sampai kalian ketinggalan.\u201d Hal tersebut didengar oleh para penjaga Baitul Mal lalu mereka berkata, \u201cAyo menghindar! Mereka sekarang sedang haus harta dunia.\u201d Maka para pemberontak tersebut menyerbu dan orang-orang\u00a0<em>Khawarij\u00a0<\/em>menjarah harta Baitul Ma yang jumlahnya sangat banyak842<\/p>\n<p>Khalifah bin Khayyath berkata, \u201cIbnu Aliyah telah mengatakan kepada kami, Ibnu \u2018Aun telah mangabarkan kepada kami dari al-Hasan, Watstsab843 telah mangabarkan kepadaku, \u2018Aku diutus Utsman menemui mereka. Lalu aku membawa seorang yang bernama al-Asytar menghadap kepada beliau. Beliau berkata, \u2018Apa yang diinginkan orang-orang?\u2019 la katakan, \u2018Ada tiga hal yang harus engkau pilih.\u2019 Beliau berkata, \u2018Coba sebutkan.\u2019 la katakan, \u2018Mereka memberimu pilihan, anda menyerahkan kekuasaan kepada mereka lalu anda katakan, \u2018Silahkan pilih siapa yang kalian inginkan,\u2019 atau engkau bunuh dirimu sendiri, jika anda enggan mereka akan membunuhmu\u2019. Utsman berkata, \u2018Apakah Aku harus memilih salah satu dari yang tiga?\u2019 la menjawab, \u2018Ya, anda harus memilih salah satu dari yang tiga!\u2019<\/p>\n<p>Utsman berkata,\u2019 Adapun keinginan mereka agar aku mengundurkan diri maka<\/p>\n<p>aku tidak akan melepaskan pakaian yang telah dipakaikan Allah SWT. Adapun jika mereka ingin membunuhku, demi Allah SWT. jika kalian membunuhku maka kalian tidak akan berkasih sayang lagi, tidak akan shalat berjamaah lagi dan kalian semua tidak akan memerangi musuh selamanya\u2019.\u201d844<\/p>\n<p>Watstsab berkata, \u201cMaka datanglah seorang lelaki berperawakan pendek seolah-olah dia seperri srigala, ia mengintip dari pintu lalu ia kembali. Kemu-dian datanglah Muhammad bin Abu Bakar beserta tiga belas orang temannya, lalu ia memegang janggut Utsman dan aku mendengar suara gemeretak gigi gerahamnya seraya berkata, \u2018Mu\u2019awiyah tidak lagi berfaedah untukmu, Ibnu \u2018Amir tidak lagi berfaedah untukmu dan tidak lagi berfaedah suratmu.\u2019 Utsman berkata, \u2018Wahai anak saudaraku lepaskan janggutku!\u2019.\u201d Watstsab berkata, \u201cAku lihat ia memberikan isyarat dengan matanya kepada seseorang, lalu orang tersebut bangkit dengan sebuah anak panah lalu memukul-kannya ke kepala Utsman. Aku katakan, \u201cPerlakukan dia dengan baik!\u201d kemudian mereka mengeroyok Utsman hingga tewas.845<\/p>\n<p>Ibnu Asakir meriwayatkan dari Ibnu \u2018Aun bahwa Kinanah bin Bisyr memukul rusuk dan ubun-ubun Utsman dengan tiang besi sehingga beliau tersungkur di sebelahnya. Lalu Saudan bin Humran al-Murady memberikan pukulan lagi dan beliau pun terbunuh. Adapun Amr bin Hamiq melompat ke dada Utsman dan pada saat itu beliau menghembuskan nafas yang terkhir lalu ia menikam beliau Sembilan kali tikaman seraya berkata, \u201cAdapun tiga tikaman aku lakukan karena Allah SWT. dan enam tikaman aku lakukan karena dendam yang ada di dadaku.\u201d846<\/p>\n<p>Dari beberapa jalur jelaslah bahwa percikan darah beliau yang pertama berada<\/p>\n<p>pada Firman Allah SWT.\u00a0<em>\u201cMaka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha<\/em>\u00a0<em>Mendengar lagi Malm Mengetahuii.\u201d<\/em><em>847\u00a0<\/em>(Al-Baqarah: 137).<\/p>\n<p>Diriwayatkan bahwa Utsman membaca sampai pada ayat ini ketika para pemberontak masuk ke rumah beliau. Isi berita ini tidak terlalu jauh, karena beliau meletakkan mushaf untuk membacanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Disalin dari :\u062a\u0631\u062a\u064a\u0628 \u0648\u062a\u0647\u0630\u064a\u0628 \u0643\u062a\u0627\u0628 \u0627\u0644\u0628\u062f\u0627\u064a\u0629 \u0648\u0627\u0644\u0646\u0647\u0627\u064a\u0629<\/strong><\/p>\n<p><strong>Judul Asli: Tartib wa Tahdzib Kitab al-Bidayah wan Nihayah<\/strong><\/p>\n<p><strong>Penulis: al-Imam al-Hafizh Ibnu Katsir<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pennyusun: Dr.Muhammad bin Shamil as-Sulami<\/strong><\/p>\n<p><strong>Penerbit: Dar al-Wathan, Riyadh KSA. Cet.I (1422 H.\/2002 M)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Edisi Indonesia: Al-Bidayah wan-Nihayah Masa Khulafa\u2019ur Rasyidin<\/strong><\/p>\n<p><strong>Penerjemah: Abu Ihsan al-AtsariMuraja\u2019ah: Ahmad Amin Sjihab, LcPenerbit: Darul Haq, Cetakan I (Pertama) Dzulhijjah 1424 H\/ Pebruari 2004 M.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Utsman bin Affan ra. telah menegaskan agar semua orang yang ada di dalam rumah beliau agar kembali ke rumah mereka masing-masing maka mereka pun pergi. Di saat tidak ada lagi orang yang bersama beliau kecuali keluarganya, para pemberontak masuk ke dalam rumah melalui pintu dan jendela. Lalu Utsman memulai mengerjakan shalat dan membaca surat Thaha &hellip; <\/p>\n<p><a class=\"more-link btn\" href=\"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/peristiwa-terbunuhnya-utsman-bin-affan-penulis-al-imam-al-hafizh-ibnu-katsir\/\">Continue reading<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[368,369],"class_list":["post-1280","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ilmu-akhirat","tag-terbunuhnya-utsman-bin-affan","tag-utsman-bin-affan","item-wrap"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1280","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1280"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1280\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3796,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1280\/revisions\/3796"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1280"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1280"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.berilmu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1280"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}